Sabtu, 26 Oktober 2013

Sahabat dan Pagi

Minggu, 27 Oktober 2013

Minggu yang begitu mendung dan disambut dengan benturan kata-kata yang sedikit membuat hati terasa sakit. Yaaa.. semua mungkin hanya guyonan, tapi entah kenapa rasanya menjadi sangat berbeda. Mungkin karena PMS *mungkin*.. aaahh.. lagi- lagi alasan itu yang menjadi kambing hitam. Baiknya aku berpikir mungkin karena perasaaanku yang terlalu sensitive dan  moody jadi meski cuma sedikit candaan yang tidak tepat pada waktunya ini membuat hati jadi sakit. Sahabatku pernah mengatakan sesuatu untukku, kata ini dia berikan dengan maksud baik agar aku tak selalu menjadi budak mood yang gampang sekali berpindah- pindah.

“don’t allowed your mood to lead you”

yaaahh.. mungkin itu kata yang benar, agar tetap menjaga suatu hubungan. Sampai detik ini aku masih belajar untuk itu semua, susah dan sangat amat susah, itu yang kurasakan. Mengendalikan sejuta ego untuk menggantinya dengan sebuah ketulusan. Ini satu pagi yang sudah mengujiku, masih ada pagi pagi yang lain, yang akan terus mengujiku. Sahabatku yang jauh di sana juga pernah mengakatakan bahwa

“biarkan semua mengalir seperti yang digariskan Tuhan, ikuti dan ikhlas, percayakan semua pada Tuhan, Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan umatnya, Tuhan memberikan ujian semata untuk menguatkan dan menaikkan derajat kita.”

Kata- kata mereka selalu terngiang di telinga dan batinku yang akan terus mengingatkan aku untuk selalu memperbaiki sikap diri menjadi yang lebih baik dan lebih baik lagi. Aku kini sadar untuk apa aku diciptakan dan mempunyai sosok sahabat- sahabat seperti mereka, mungkin Tuhan mengirimkan mereka untuk membantuku menjadi insan yang lebih baik di dunia ini. Keegoisan hanya akan membentengi diri dari sosial yang begitu indah jika dilewatkan. Hidup hanya satu kali, untuk apalagi kalau bukan untuk belajar dan terus belajar. Belajar menjadi sesosok orang yang lebih baik, belajar untuk mengendalikan segala nafsu, belajar untuk menjadi orang yang lebih berguna untuk orang lain, belajar untuk menahan sifat harfiah manuasia yang selalu ingin dianggap benar.

“Benar menurut kita belum tentu benar di mata orang lain”


itu adalah kata yang diberikan seorang sahabat untukku ketika aku berada dalam masa yang menjengahkan saat itu. Sahabat- sahabatku, tetaplah di sisiku untuk terus mendampingi dan mengingatkanku untuk selalu menjadi lebih baik. Tanpa kalian aku bukan apa- apa dan tanpa kalian aku bukan siapa- siapa di dunia ini. I Love You all and forgive me for all my mistake that I’ve made.

Selasa, 17 September 2013

Celotehku Malam Ini …

Malam ini terasa begitu panjang. Aahh sial.. kenapa semua berbalik 180 derajat dengan tempo waktu yang begitu cepat. Hiruk pikuk yang begitu berwarna berubah menjadi gelap gulita. Guratan senyum telah menghilang tiba- tiba, entah apa yang menjadi penyebabnya. Sang pemilik senyum pun juga tak mengerti dengan keadaannya saat ini. Ingin marah, tapi kepada siapa?? Ingin mengumpat, tapi untuk apa?? Ingin pergi, tapi kemana?? Tak ada sesuatu hal apapun yang mampu menggambarkan perasaannya saat ini. 
Setiap orang pasti tak menginginkan ini semua, perasaan tak menentu dan mungkin tidak penting karena hanya akan membuang  waktu yang tersisa di penghujung malam yang terlalu indah jika dihabiskan dengan rasa mencekik berbiaskan kepedihan tanpa sebuah alasan *sigh*. Menangis, yaa mungkin dengan melinangkan air mata itu dapat sedikit mengobati kemarahan yang saat ini bergulat dengan manis dengan perasaannya yang sebenarnya meronta menginginkan sebuah alasan. Dentuman nada- nada yang sedikit keras menghantam gendang telinga yang untuk saat ini tidak ingin mendengar apa pun selain sebuah alunan musik. Kenapa hanya musik?? Yaa karena musik selalu bisa membawa perasaan menjadi lebih tenang, ini mungkin kesimpulan konyol yang pernah terbersit di otaknya, tapi entah mengapa nada- nada itu begitu mampu menggiringnya di saat pelik seperti ini. Setiap orang punya caranya masing- masing untuk menenangkan diri setiap sekerumulan permasalahan dan kerumitan hidup yang dialami.
Aaaarrgghhh .. kenapa jadi ngalor ngidul nggak karuan tulisan ini, yaa mungkin saat ini dia telah merasa lebih baik, atau mungkin dia telah dibuat semakin kacau dengan perasaannya sendiri atau kah dia hanya menghindar dan tak mau lagi membagi kesedihannya yang terlalu dalam malam ini?? Entahlah … Hanya Tuhan yang tahu ..

Senin, 02 September 2013

POPEYE ..

Jangan salahkan aku jika rasa itu hadir kembali, bukan bermaksud menyalahkanmu tapi kali ini kau yang menebar umpan itu dan tak sengaja tertangkap olehku…

Kisah ini diawali ketika hati mulai membeku karena menunggu sebuah kepastian yang tak berujung. Mungkin sebuah kebodohan jika mampu bertahan selama itu, tapi itulah cinta. Seberat apapun rintangan yang dihadapi akan diterjang juga. Menunggu sebuah kepastian adalah tantangan tersendiri bagi para pemuja cinta. Kadang merasa yakin jika suatu saat pasti akan bersatu, tetapi kadang juga akan merasa lelah karena menunggu. Siapa yang suka menunggu?? Hampir sebagian besar tidak suka menunggu, tapi kalau menunggu sebuah kepastian terkadang masih ada saja yang melakukannya *ngetik sambil ngaca :p *.

Malam yang sepi sedikit membuatku gelisah saat itu. Hati dan fikiranku beradu argument hanya untuk melakukan hal yang sederhana yaitu menyapa. Terkadang menyapa juga butuh keberanian yang luar biasa, apalagi jika harus menyapa seseorang yang pernah singgah di hati. Antara keinginan besar yang mendorong mengatakan kata “hey” pada chatbox dan  rasa gengsi untuk menyapa lebih dulu, tapi tetap berharap dia yang memulai percakapan itu. Satu jam berlalu … ooohhh sudah dua jam berlalu dan masih belum ada tanda-tanda untuk memulai percakapan. Saat hati mulai putus asa, tiba-tiba notification di chatbox memberikan sinyal bahwa ada yang memulai percakapan malam itu. YEESSS !!! Hati sontak bersorak, yaa dia akhirnya memulai percakapan dengan mengirimkan emoticon genit yang menggoda untuk segera membalasnya. Yaaa .. percakapan malam itu dimulai lagi. Mulai dari sekedar saling meminta doa untuk kesuksesan urusan masing-masing (dia meminta didoakan untuk sukses dalam ujiannya, begitu pula aku yang minta dia untuk doain kelancaran skripsweet yang saat ini aku garap), kemudian dianjutkan dengan canda tawa, yang berujung pada percakapan serius yang tak pernah terbayangkan akan terjadi malam itu, pernikahan.

Speechless, pasti. Bingung harus bagaimana, hanya kujawab dengan tawaan. Reaksi itu ternyata tak menyelesaikan masalahku, dia seakan semakin memojokkan jiwa yang mulai gontai ini, jiwa yang mulai runtuh pertahanannya sejak pertama kali percakapan malam itu dimulai. “Mau apa nolak nikah sama aku kok malah ketawa” *no-emot and no-sign*, suddenly >> deg .. deg .. deg .. Please help me God !!! Ingin menejerit sekencang-kencangnya. Nggak .. nggak .. ini hanya bercanda pikirku tapi tetap dengan hati yang meluap-luap. Pertahanan yang kubangun dengan sekuat tenaga selama 9 tahun itu kini benar-benar runtuh lagi, rasa itu kembali seperti dulu sejak awal bertemu. Bukan sekali atau duakali dia melakukan ini, bahkan berulang. Datang memberikan begitu banyak harapan, lalu pergi saat pertahanan yang kubangun runtuh. Pertanyaan yang selalu mengganjal adalah “kenapa kamu selalu seperti ini? Tidakkah kau tau kalau itu sangat menyakitkan? Aku bukan layang-layang yang bisa ditarik ulur kapan saja.”

Kini dia menebarkan kembali umpan yang sebenarnya tak kuinginkan lagi, tapi entah mengapa umpan itu tak sengaja tertangkap lagi olehku. Hatiku mulai terjaring lagi dalam ketidakpastian untuk kesekian kalinya. Tapi kali ini keegoisan hati muncul, muncul rasa tak ingin dipersalahkan jika rasa itu hadir lagi, bukan aku yang memulainya, dia .. yaa .. dia si anak tunggal dengan rambut cepak, bermata bulat sedikit sayu, pemilik senyum yang mampu membius, sedikit keras kepala, dan tentu saja yang mampu menarikku ke dalam jurang cinta yang telah terbangun, yang mampu menjeburkan dan mengangkatku kapanpun dia mau, yang tanpa kusadari mampu membuatku bertahan untuk selalu memikirkannya selama 9 tahun ini. Aaahhh … sungguh melelahkan perjalanan ini, tapi aku juga tak mampu menghentikannya sendiri POPEYE !!!


POPEYE .. pergilah jika kau ingin pergi, jangan seperti ini. Pernah menguntai kisah denganmu dulu sudah cukup membuatku sakit, jangan lakukan lagi. Sampai kapan kisah ini akan terulang lagi?? 9 (Sembilan) tahun bukan waktu yang sedikit untukku untuk membangun dinding pertahanan itu, sebuah pertahanan untuk tidak memikirkan hal sekecil apapun tentangmu, jangan kau rusak lagi.

*ngetik sambil muter lagunya Daniel Bedingfield ~ if you’re not the one dan Judika ~ Aku yang tersakiti biar sedikit lebih dramatis* :p

Selasa, 16 Juli 2013

Tuhan Punya Rencana

          Semua terasa menjemukan. Tak ada bias cahaya yang menyinari ruang sempit ini. Seakan terkotak dalam ruang gelap dan pengap. Jangankan bernafas, untuk sekedar melihat setitik cahaya pun tak mampu. Segalanya berubah saat fakta telah menyeruak menghadirkan kebisuan yang dalam. Menghimpit segala kekuatan, hanya tinggal kerapuhan dan tangis lirih yang menggema. Tapi satu hal yang bisa disadari bahwa semuanya telah digariskan Tuhan dengan jelas, meski kadang kita tak mampu melihatnya dan kadang bila telah melihat kita seakan tutup mata dan telinga untuk menghindari kenyataan yang lalu lalang di hadapan karena kita memaknainya sebagai sebuah kenyataan yang mengiris urat nadi.
            
          Tubuh ringkihnya terkulai lemah tak berdaya. Tak mampu lagi membayangkan realita. Diam, tertegun dan begitu menyayat. Hanya bait- bait lagu dari media yang dipunyailah teman sepinya. Terdengar dendangan nada dan irama yang harusnya memberikan semangat, tapi semuanya tak mampu melawan luka yang dirasa saat ini.
 " Baby don't cry tonight .. I can hold you in my arms .."  (EXO)

           yaaa .. tapi, untuk apa kata itu diucapkan jika hanya ada dalam ilusi. Dulu, senyum simpul slalu terpaut jika bait itu terlantun, namun apa yang terjadi saat ini. Tak ada lagi senyum, titikan air matalah yang justru memonopoli keadaan. Selalu terbesit sebuah bingkai yang menghancurkan pikiran. Mengaduk perut sampai terasa mual dan menguras tenaga hingga lemas. Memang.. bingkai itu hanya benda mati yang tak akan berontak jika kau memakinya, tapi raga sudah tak mampu lagi untuk melakukannya.
         
          Ahh .. sudahlah.. Mungkin Tuhan telah mempunyai rencana yang begitu indah, sesuatu yang indah itu akan datang pada waktunya, menghampiri setiap jejak langkah yang telah lama mengembara, yang mampu dilakukannya saat ini hanyalah menengadahkan kedua tangan untuk berucap dengan berat hati "semoga kau bahagia bersamanya, mungkin bukan saat ini kita bersama, tapi Tuhan telah punya rencana yang begitu indah untukku dan untukmu nanti"

Selasa, 09 Juli 2013

Mampukah waktu menjawabnya??

penat ..
yaa .. mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan
sesak dan begitu menghimpit
tak ada celah untuk sekedar bernafas
hanya irama monoton yang terdengar
mendendangkan nada mengusir gusar rasa
tak ada sepatah kata terucap
diam . dan hanya diam ..
tak mampu lagi bercengkrama riang
bagai burung kecil yang tak mampu lagi terbang
sayap putihnya tak berdaya
entah terluka atau memang patah
membuatnya tak mampu lagi menapaki indahnya angkasa
rindu .. yaa hanya itu rasa yang bisa diingat
kehangatan di sangkar yang dulu membesarkannya
kehangatan yang tercipta karna celoteh sekadarnya
kehangatan yang membangkitkan tawa
kapan semua akan kembali?
pada siapa lagi harus bertanya?
mampukah waktu menjawabnya?



Senin, 01 Juli 2013

Semua Tak Sama

perlahan kabut mendung mulai memudar
menampakkan sisi keindahan alam
sang surya mulai bekerja
menyajikan pesona penuh warna

semilir angin menggeliatkan nada
membentuk barisan hijau dedaunan berayun seirama
burung- burung tertawa lepas di angkasa
membentang lincah diudara

nampak segala aktivitas sang kawula
mulai menikmati berbagai wahana
ada semburat simpul tawa berhiaskan tahta
menyelimuti raga

tapi ..
ada apa dengan titik abu di sana?
terdiam merunduk merenungkan belantara
mengisyaratkan rona kecewa tanpa kata karna kesakitan masa

birunya langit tak selamanya sama
tak berarti merekahkan pesona
dalam kesempurnaannya
dia mampu menyelinapkan duka

Senin, 20 Mei 2013

It’s You

Well ,, it’s about him …

Ganteng, famous, smart, low profile, baik, ramah, dan perhatian .. Wow!!! Semuanya ada di dalam dirinya, wanita mana yang tidak kagum saat melihat sosoknya dan pasti akan meng- iyakan jika wanita itu diminta untuk jadi pendampingnya.. Di satu sisi, ku lihat dia begitu sempurna, tapi di sisi yang lain melihatnya dia orang yang PHP alias Pemberi Harapan Palsu, tapi aku suka .. Perasaan yang terlanjur terjerat ini begitu susah untuk melepasnya, karena jiwaku mendengarkan bait- bait kisahnya hanya dari mulut ke mulut tanpa kutahui kebenarannya .. Perjalanan cintanya memang menarik untuk diikuti tanpa harus mengenyampingkan perasaan batin ini kepadanya.. Walau perih, mungkin aku akan tetap bertahan dengan perasaan ini entah sampai kapan.. Rantai cinta ini telah merangkengnya hanya untukmu dan bukan untuk yang lain .. Aku selalu mengikuti setiap jalinan kasih yang kau rangkai dengan yang lain dan akhirnya selalu berujung suatu penderitaan bagi mereka, tapi aku tidak takut dengan itu semua.. Ya ,, aku tidak takut .. Hanya dengan menyapa dan kau melemparkan senyum kepada makhluk kecil tak berdaya ini pun sudah sangat berarti untuk menyirami kebun- kebun cinta yang terlanjur tumbuh di hatiku .. Dan aku harus jujur terhadap diriku sendiri , bahwa orang yang selama ini membuatku terkagum- kagum adalah kamu, yaa .. it’s you … Dalam doaku slalu tersebut nama indahmu.. Mungkin semua ini memang bodoh, aku seperti orang yang mengharapkan sesuatu yang tak akan pernah mungkin ku dapatkan karena kesempurnaanmu … Seperti lagu vierra yang selalu aku putar tiap pagi “Mungkinkah kau merasakan,, semua yang kupasrahkan ?? Ku suka dirinya mungkin aku sayang , namun apakah mungkin kau menjadi milikku .. kau pernah menjadi miliknya namun salahkah aku bila kupendam rasa ini …”

 Seperti kidung cinta yang menggambarkan perasaanku pada sosok yang begitu sempurna di mataku … Aku cinta kau bukan karena hal duniawimu saja,, tapi cintaku karena Allah itu lebih besar ..

“Saya telah dibuat Allah tepesona kepa sebagian hiasan dunia ini sebagaimana kalian juga terpesona yaitu wangi- wangian dan wanita. Dan ia jadiakan shalat sebagai permata hatiku” (Sabda Rasulullah)

Jumat, 10 Mei 2013

Rindu SMA



Kesunyian malam ini menyapa sukma
Raga insan penuh peluh nan dosa
Sewaktu tlah terlewati begitu cepat
Dan kini tiba saat untuk membaringkan raga
Membuka tabir bayang cakrawala

Dalam mata terpejam
Rasa rindu akan masa Berjaya menggelayut jiwa
Akankah semua kan terulang
Kisah masa- masa sMa
Yang penuh canda dan tawa

Lelah dan tangis tak pernah dirasa
Kala ada sandaran sebagai penopang raga
Bigitu indah tiap bait perjalanan 
Mengiringi langkahku, dia, dan mereka

Senin, 06 Mei 2013

Hanya Sepenggal Kisah


Malam ini sunyi, sesunyi jiwa- jiwa yang sendiri. Berfikir, menatap, menangisi keadaan. Batin semakin tersiksa ketika sinar mulai menjauh, karena keadaan. Kawan, bagaimana pun keadaan memberikan isyarat yang menuntut ketulusan hati untuk memberikan sebuah prioritas dalam realita hidup, dia msih tetap sahabatku.. Keacuhan tak kan menggoyahkan arti persahabatan. Keegoisan seharusnya tak menjadikan kerapuhan. Perbedaan seharusnya tak menjadikan kesenjangan. Mata ini mulai berlinang ketika mengingat masa- masa indah yang telah terlewati bersama. Hangatnya canda dan tawa yang mengiringi setiap desiran langkah kini tak lagi ada, tinggalah sebuah kesunyian yang menyelinap dalam jiwa. Akankah kesempatan untuk berbagi asa itu kembali ? Keacuhan yang kini mendera ini mencekik raga. Realita ini memang sungguh berat, tapi haruskah gejolak itu membuat kita saling menjauh? Haruskah kita mengoyak tiap kepingan kebersamaan ini ? Kedewasaan dan kebijaksanaan harusnya bisa menata kepingan yang telah berserakan ini. Rumput yang bergoyang pun tahu, semua ini untuk mereka.. Tapi bagaimana jika memang keadaan yang memaksa meruntuhkan setiap butiran mutiara yang telah kita jalin menjadi sebuah gelang indah, karena satu tangan tak mau lagi menyatukannya. Bagaimana pun pelik yang membawa kita masuk ke dalamnya sekarang, tapi ingatlah secuil hal terindah yang pernah kita lakukan bersama, mungkin itu akan membawa kita kembali ke dermaga persahabatan yang sesungguhnya.

Selasa, 23 April 2013

KAMU



Bahagia itu ..
Ketika ku mulai mulai menerawang memikirkanmu
Menyelinap dalam kabut merah jambu
Yang tersebar dalam mata batinku
Meski hanya sebatas bayang semu
Itu cukup mengobati rasa rindu
Yang tertahan dalam kalbu

                Angin malam mulai berseru
                Seakan membisikkan hangatnya tawamu
                Menyusuri relung hatiku
                Menyeruak dalam syahdu
                Dinding batu menjadi saksi bisu
                Betapa aku sungguh mengharapkanmu

Hatiku terlanjur terjerat dalam medan maghnetmu
Tak mampu lagi aku melepaskan segala asaku tentangmu
Terlalu kuat rasa itu padamu
Mencengkeram sukmaku
Bayang- bayang ilusi yang slalu hadir itu adalah kamu
Dan hanya kamu … :)

Minggu, 17 Maret 2013

Karena Hidup Itu Penuh Warna



Berawal dari sebuah perkenalan singkat yang kemudian berangsur menjadi sebuah ikatan (read : teman). Kesan pertama yang terlintas adalah bossy dan membosankan. Well, mungkin itu hanya kesan-kesan yang tak patut ditunjukkan secara juga baru kenal sudah men-judge orang yang macam- macam.  Kok yaa sotoy banget gitu yaa.. tapi, sometimes feeling itu selalu benar.. hehehe :p. Dan secara kebetulan juga judgement itu terbukti suatu hari .. Nah loo … gimana donk kalo udah kayak gini ??? :D

Timbul pertanyaan besar : “ Gimana kalau orang- orang di sekitarmu merasa kurang nyaman dengan kehadiranmu??”

Wow .. it’s so tickling right?? :D

Sometimes, sebagian dari seseorang selalu menganggap dirinya berada di jalur yang benar. Semua yang dikerjakan adalah hal yang paling apik. Tapi, keadaan ini justru sebaliknya di mata orang- orang di sekitarnya. Ketika ada hal konyol yang dilakukan orang di sekitar which is it’s just for fun, kamu dengan bangganya memaparkan teori2 yang okelah itu benar, tapi nggak match sama yang dilakukan sama sekelilingmu itu akan membuat diri kamu terkesan “menggurui” atau sok tau dan itu yang bikin mereka tidak nyaman. Yang namanya have fun yaa nikmatin ajalah, let it flow and always slow .. 

Orang- orang macam ini (rd : rejected) kadang kala ngerasa juga kalau dirinya itu sebagai the big disaster. Dari hasil wawancara singkat yang pernah dilakukan *sok- sok.an nanya pendapat temen sih*, mereka menjawab kalau mereka nggak diterima sama orang di sekitarnya, yaudah mereka akan secara perlahan menghindar dari orang- orang itu dan mencari kesenangan sendiri yang mungkin akan membuatnya merasa lebih nyaman dan dengan keadaan yang “M-A-U” menerimanya. Mungkin dalam pergolakan itu, mereka akan mencoba mengintrospeksi diri. Mencari sudut- sudut ketidak nyamanan itu, seenggaknya ada usahalah untuk memperbaiki sifat dan sikap itu :).

So guys .. nggak semua orang yang notabene “rejected” itu hanya punya sisi negatif. Dan nggak setiap hari juga mereka nyebelin. Mungkin mereka menganggap sikap yang terkesan “menggurui” itu adalah bentuk care.nya mereka, mereka juga nggak bermaksud menggurui, tapi dasarnya otak negative yang terlanjur menjajah logika jadinya yaa salah paham lah, boring- lah. Hahaha … :D

From now .. yuk sama- sama belajar menerima warna- warni sikap dan sifat seseorang yang dekat ataupun hanya sekedar mampir di sekitar kita. Yuk sama- sama mendewasakan pikiran kita, ambil setiap sisi positif dan maknai setiap sisi negatif sebagai pelajaran berharga dalam hidup. Karena hidup banyak rasa, manis-asem- asin ramai rasanya *ngiklan :p*.

Cegah Stunting, Itu Penting!

Apa itu stunting? Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan anak tidak sesuai dengan tinggi...