Senin, 06 Mei 2013

Hanya Sepenggal Kisah


Malam ini sunyi, sesunyi jiwa- jiwa yang sendiri. Berfikir, menatap, menangisi keadaan. Batin semakin tersiksa ketika sinar mulai menjauh, karena keadaan. Kawan, bagaimana pun keadaan memberikan isyarat yang menuntut ketulusan hati untuk memberikan sebuah prioritas dalam realita hidup, dia msih tetap sahabatku.. Keacuhan tak kan menggoyahkan arti persahabatan. Keegoisan seharusnya tak menjadikan kerapuhan. Perbedaan seharusnya tak menjadikan kesenjangan. Mata ini mulai berlinang ketika mengingat masa- masa indah yang telah terlewati bersama. Hangatnya canda dan tawa yang mengiringi setiap desiran langkah kini tak lagi ada, tinggalah sebuah kesunyian yang menyelinap dalam jiwa. Akankah kesempatan untuk berbagi asa itu kembali ? Keacuhan yang kini mendera ini mencekik raga. Realita ini memang sungguh berat, tapi haruskah gejolak itu membuat kita saling menjauh? Haruskah kita mengoyak tiap kepingan kebersamaan ini ? Kedewasaan dan kebijaksanaan harusnya bisa menata kepingan yang telah berserakan ini. Rumput yang bergoyang pun tahu, semua ini untuk mereka.. Tapi bagaimana jika memang keadaan yang memaksa meruntuhkan setiap butiran mutiara yang telah kita jalin menjadi sebuah gelang indah, karena satu tangan tak mau lagi menyatukannya. Bagaimana pun pelik yang membawa kita masuk ke dalamnya sekarang, tapi ingatlah secuil hal terindah yang pernah kita lakukan bersama, mungkin itu akan membawa kita kembali ke dermaga persahabatan yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cegah Stunting, Itu Penting!

Apa itu stunting? Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan anak tidak sesuai dengan tinggi...