Minggu,
27 Oktober 2013
Minggu
yang begitu mendung dan disambut dengan benturan kata-kata yang sedikit membuat
hati terasa sakit. Yaaa.. semua mungkin hanya guyonan, tapi entah kenapa
rasanya menjadi sangat berbeda. Mungkin karena PMS *mungkin*.. aaahh.. lagi-
lagi alasan itu yang menjadi kambing hitam. Baiknya aku berpikir mungkin karena
perasaaanku yang terlalu sensitive
dan moody jadi meski cuma sedikit candaan yang
tidak tepat pada waktunya ini membuat hati jadi sakit. Sahabatku pernah
mengatakan sesuatu untukku, kata ini dia berikan dengan maksud baik agar aku
tak selalu menjadi budak mood yang gampang sekali berpindah- pindah.
“don’t allowed your mood to lead you”
yaaahh..
mungkin itu kata yang benar, agar tetap menjaga suatu hubungan. Sampai detik
ini aku masih belajar untuk itu semua, susah dan sangat amat susah, itu yang
kurasakan. Mengendalikan sejuta ego untuk menggantinya dengan sebuah ketulusan.
Ini satu pagi yang sudah mengujiku, masih ada pagi pagi yang lain, yang akan
terus mengujiku. Sahabatku yang jauh di sana juga pernah mengakatakan bahwa
“biarkan semua mengalir seperti yang digariskan Tuhan, ikuti dan
ikhlas, percayakan semua pada Tuhan, Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar
batas kemampuan umatnya, Tuhan memberikan ujian semata untuk menguatkan dan
menaikkan derajat kita.”
Kata-
kata mereka selalu terngiang di telinga dan batinku yang akan terus
mengingatkan aku untuk selalu memperbaiki sikap diri menjadi yang lebih baik
dan lebih baik lagi. Aku kini sadar untuk apa aku diciptakan dan mempunyai
sosok sahabat- sahabat seperti mereka, mungkin Tuhan mengirimkan mereka untuk
membantuku menjadi insan yang lebih baik di dunia ini. Keegoisan hanya akan
membentengi diri dari sosial yang begitu indah jika dilewatkan. Hidup hanya
satu kali, untuk apalagi kalau bukan untuk belajar dan terus belajar. Belajar
menjadi sesosok orang yang lebih baik, belajar untuk mengendalikan segala
nafsu, belajar untuk menjadi orang yang lebih berguna untuk orang lain, belajar
untuk menahan sifat harfiah manuasia yang selalu ingin dianggap benar.
“Benar menurut kita belum tentu benar di mata orang lain”
itu
adalah kata yang diberikan seorang sahabat untukku ketika aku berada dalam masa
yang menjengahkan saat itu. Sahabat- sahabatku, tetaplah di sisiku untuk terus
mendampingi dan mengingatkanku untuk selalu menjadi lebih baik. Tanpa kalian
aku bukan apa- apa dan tanpa kalian aku bukan siapa- siapa di dunia ini. I Love
You all and forgive me for all my mistake that I’ve made.