Kamu .. yaa kamu .. mengapa slalu menari- nari dalam ingatanku .. Selalu
membayangi setiap langkahku, menahanku melupakan segala keindahan yang tersirat
dalam ragamu. Kau adalah sang kumbang yang slalu ada dalam khayalanku, yang
slalu menjaga relung hatiku, menutupnya tanpa ku tahu di mana kau
menyembunyikan kuncinya.. Sungguh aku tak kuasa membukanya, karena aku tlah
terperangkap dalam jarring- jarring jiwamu. Tapi, kau adalah sang kumbang yang
telah hinggap di atas bunga kuncup, mencoba mekar bersama keindahan yang telah
kau taburkan.
“Aaaaaarrrggghhh .. !!!” Ingin ku menjerit, tapi jeritanku tak bersuara.. ingin ku berteriak memanggilmu, tapi kau tak pernah mendengarnya .. Namamu slalu ada dalam tiap langkah dan ingatanku. Ku tlah dibuat gila oleh segala hal yang berhubungan denganmu wahai sang kumbang yang tlah terlanjur menjerat hati. Kau adalah seseorang yang tak bisa kumiliki saat ini atau mungkin nanti. Aku tak ingin membiarkan diriku jatuh cinta pada seseorang yang tak bisa kumiliki, walau aku tahu itu hanya keinginan semu. Lidah tidak bertulang, ucapan ku menolak untuk menyebutmu, tapi apa daya dalam fikiranku selalu terlintas senyummu. Akankah kau juga merasakan hal yang sama seperti apa yang kini aku rasakan meski cuma sebesar butiran pasir yang menghampar di pantai? Akankah kau juga menyebut namaku dalam ingatanmu seperti halnya diriku? Sebutlah .. Sebutlah namaku meski hanya dalam ingatanmu dan tak akan terdengar olehku ..
Tuhan …… apa ini?? Bebaskan aku dari belenggu ini.. mana bisa aku bersorak jika kelu yang kurasakan, mana bisa aku bertepuk jika hanya dengan satu tangan.. Kumbangku, kau adalah musuh bagi hatiku, tapi tak ada yang bisa kulakukan untuk membentengi diriku sendiri. Aku terlanjur menerjunkan diri ke dalam pesonamu, terbakar bersama cinta yang kelak juga akan menghanguskan segala kebahagiaannku.
“Aaaaaarrrggghhh .. !!!” Ingin ku menjerit, tapi jeritanku tak bersuara.. ingin ku berteriak memanggilmu, tapi kau tak pernah mendengarnya .. Namamu slalu ada dalam tiap langkah dan ingatanku. Ku tlah dibuat gila oleh segala hal yang berhubungan denganmu wahai sang kumbang yang tlah terlanjur menjerat hati. Kau adalah seseorang yang tak bisa kumiliki saat ini atau mungkin nanti. Aku tak ingin membiarkan diriku jatuh cinta pada seseorang yang tak bisa kumiliki, walau aku tahu itu hanya keinginan semu. Lidah tidak bertulang, ucapan ku menolak untuk menyebutmu, tapi apa daya dalam fikiranku selalu terlintas senyummu. Akankah kau juga merasakan hal yang sama seperti apa yang kini aku rasakan meski cuma sebesar butiran pasir yang menghampar di pantai? Akankah kau juga menyebut namaku dalam ingatanmu seperti halnya diriku? Sebutlah .. Sebutlah namaku meski hanya dalam ingatanmu dan tak akan terdengar olehku ..
Tuhan …… apa ini?? Bebaskan aku dari belenggu ini.. mana bisa aku bersorak jika kelu yang kurasakan, mana bisa aku bertepuk jika hanya dengan satu tangan.. Kumbangku, kau adalah musuh bagi hatiku, tapi tak ada yang bisa kulakukan untuk membentengi diriku sendiri. Aku terlanjur menerjunkan diri ke dalam pesonamu, terbakar bersama cinta yang kelak juga akan menghanguskan segala kebahagiaannku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar