Minggu, 17 Maret 2013

Karena Hidup Itu Penuh Warna



Berawal dari sebuah perkenalan singkat yang kemudian berangsur menjadi sebuah ikatan (read : teman). Kesan pertama yang terlintas adalah bossy dan membosankan. Well, mungkin itu hanya kesan-kesan yang tak patut ditunjukkan secara juga baru kenal sudah men-judge orang yang macam- macam.  Kok yaa sotoy banget gitu yaa.. tapi, sometimes feeling itu selalu benar.. hehehe :p. Dan secara kebetulan juga judgement itu terbukti suatu hari .. Nah loo … gimana donk kalo udah kayak gini ??? :D

Timbul pertanyaan besar : “ Gimana kalau orang- orang di sekitarmu merasa kurang nyaman dengan kehadiranmu??”

Wow .. it’s so tickling right?? :D

Sometimes, sebagian dari seseorang selalu menganggap dirinya berada di jalur yang benar. Semua yang dikerjakan adalah hal yang paling apik. Tapi, keadaan ini justru sebaliknya di mata orang- orang di sekitarnya. Ketika ada hal konyol yang dilakukan orang di sekitar which is it’s just for fun, kamu dengan bangganya memaparkan teori2 yang okelah itu benar, tapi nggak match sama yang dilakukan sama sekelilingmu itu akan membuat diri kamu terkesan “menggurui” atau sok tau dan itu yang bikin mereka tidak nyaman. Yang namanya have fun yaa nikmatin ajalah, let it flow and always slow .. 

Orang- orang macam ini (rd : rejected) kadang kala ngerasa juga kalau dirinya itu sebagai the big disaster. Dari hasil wawancara singkat yang pernah dilakukan *sok- sok.an nanya pendapat temen sih*, mereka menjawab kalau mereka nggak diterima sama orang di sekitarnya, yaudah mereka akan secara perlahan menghindar dari orang- orang itu dan mencari kesenangan sendiri yang mungkin akan membuatnya merasa lebih nyaman dan dengan keadaan yang “M-A-U” menerimanya. Mungkin dalam pergolakan itu, mereka akan mencoba mengintrospeksi diri. Mencari sudut- sudut ketidak nyamanan itu, seenggaknya ada usahalah untuk memperbaiki sifat dan sikap itu :).

So guys .. nggak semua orang yang notabene “rejected” itu hanya punya sisi negatif. Dan nggak setiap hari juga mereka nyebelin. Mungkin mereka menganggap sikap yang terkesan “menggurui” itu adalah bentuk care.nya mereka, mereka juga nggak bermaksud menggurui, tapi dasarnya otak negative yang terlanjur menjajah logika jadinya yaa salah paham lah, boring- lah. Hahaha … :D

From now .. yuk sama- sama belajar menerima warna- warni sikap dan sifat seseorang yang dekat ataupun hanya sekedar mampir di sekitar kita. Yuk sama- sama mendewasakan pikiran kita, ambil setiap sisi positif dan maknai setiap sisi negatif sebagai pelajaran berharga dalam hidup. Karena hidup banyak rasa, manis-asem- asin ramai rasanya *ngiklan :p*.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cegah Stunting, Itu Penting!

Apa itu stunting? Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan anak tidak sesuai dengan tinggi...